Bukittinggi, Sebanyak 1463 warga Bukittinggi menerima bantuan non tunai Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementrian Sosial RI. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Walikota Bukittinggi kepada keluarga penerima manfaat, Kamis (15/03).
Kepala Dinas Sosial kota Bukittinggi, Ellia Makmur menjelaskan PKH merupakan program pemerintah pusat melalui kementrian sosaial yang memberikan bantuan kepada keluarga penerima manfaat (KPM)
Untuk Bukittinggi pada tahun 2017 lalu berjumlah 931 KK, sedangkan untuk tahun 2018 terdata sebanyak 532 KK penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Sehingga penerima bantuan program PKH di tahun 2018 berjumlah 1463 KK.
“Bantuan yang diterima keluarga berpenghasilan rendah yang memiliki anak yang duduk di bangku sekolah dan keluarga kurang mampu yang memiliki anak balita berjumlah Rp 1.920.000,-. Sedangkan untuk lansia dan penyandang disabilitas akan menerima bantuan sejumlah Rp 2.000.000,- per tahun. Pendistribusiannya langsung dari kementrian sosial melalui bank BRI kemudian dikirim melalui rekening masing masing KPM yang didistribusikan dengan 4 tahap dimana pda saat ini adalah penyerahan tahap 1 tahun 2018,” jelasnya.
Bantuan itu, lanjut Ellia, diberikan secara non tunai dan diutamakan untuk bidang pendidikan dan kesehatan. Untuk keduanya dari pemerintah menyerahkan secara nin tunai, namun dalam penggunaannya nanti, bisa dicairan secara tunai.
Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias mengungkapkan bantuan dari Kemensos melalui program keluarga harapan, merupakan bukti pemerintah selalu perhatikan masyarakatnya. Bagaimana pemerintah dapat membantu masyarakat Bukittinggi dalam masalah yang dihadapi sehari-hari.
“Ini program pemerintah pusat, seluruh Indonesia menjalankannya, termasuk Bukittinggi. Dengan adanya penurunan jumlah penerima dari tahun lalu, menjadi bukti angka kemiskinan Bukittinggi sudah menurun, ada keluarga yang tahun lalu dibantu, untuk tahun ini tidak dibantu lagi. Semoga kedepan upaya kita mengurangi angka kemiskinan di kota ini semakin terealisasi,” harapnya.
Walikota berpesan, bantuan yang diberikan kepada keluarga penerima manfaat dapat dimaksimalkan untuk kebutuhan positif. Sehingga dengan bantuan tersebut, keluarga dapat memanfaatkannya untuk kesehatan dan pendidikan generasi muda.
“Nanti kita juga akan bantu dan himbau warga untuk bercocok tanam di lingkungan rumah. Sehingga untuk bahan makanan tidak harus beli ke pasar. Sementara, untuk pendidikan sangat penting bagi generasi muda. Jangan anak-anak kita dipaksa untuk mencari nafkah. Berikan haknya untuk mendapatkan pendidikan dan menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas di kemudian hari,” jelasnya.
Sumber : https://kaba12.co.id/2018/03/15/1463-warga-bukittinggi-terima-pkh-di-2018/
#
pkh bukittinggi
pkh kota bukittinggi
pkhbukittinggi
pkhkotabukittinggi
pendamping pkh bukittinggi
operator pkh bukittingg
supervisor pkh bukittinggi
#
pkh bukittinggi
pkh kota bukittinggi
pkhbukittinggi
pkhkotabukittinggi
pendamping pkh bukittinggi
operator pkh bukittingg
supervisor pkh bukittinggi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar